Setelah 19 Tahun Tim Bulutangkis Nasional Indonesia Kembali Menangkan Piala Thomas

Foto : Google

Darussalam Tim bulutangkis Indonesia kembali mengharumkan nama negara dengan memenangkan turnamen piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark pada 17 Oktober kemarin. Kekuatan dari tim Bulutangkis Indonesia memang tidak diragukan lagi. Para atlit bermain dengan sangat meyakinkan dan menyapu bersih lawan yang berasal dari China.

Anthoni Sinisuka berhasil mengalahkan Lu Guangzu, kemudian Fajar Afian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan He Jiting/Zhou Hao Dong dan terakhir Jonathan Christie memastikan Indonesia untuk memenangkan Piala Thomas 2020 setelah mengalahkan Li Shifeng.

Sejarah kemenangan piala Thomas juga terukir 19 tahun silam dimana Indonesia mengalahkan Malaysia saat itu. Laga perebutan kala itu berlangsung ketat diamana Malaysia unggul terlebih dulu dari Indonesia melalui Wong Choon Hann yang mengalahkan Marleve Mainakay, kemudian pasangan Sigit Budiarto/Candra Wijaya yang menang melawan pasangan Chew Choo Eng/Chan Choung Ming, selanjutnya Taufik Hidayat yang diharapkan bisa memenangkan pertandingan ketiga ternyata gagal memenuhi ekspetasi, ia kalah dari Lee Tsue Eng. Di partai keempat ada pasangan Trikus Harjanto/Halim Haryanto yang unggul dari tim nasional Malaysia, dan terakhir sebagai penentu ada Hendrawan yang bersaing dengan Muhammad Roslin Hashim, pertandingan sangat sengit selama 34 menit Hendrawan mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya uktuk pertandingan ini.

Hendrawan pada akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 7-1, setelah berhasil menjadi penentu kemenangan di piala Thomas 2002 Hendrawan dan para tim bulutangkis menangis dan tidak menyangka akan menang kala itu.

Setelah penantian selama 19 tahun, akhirnya piala Thomas kembali ke Indonesia. Ini merupakan hal yang penting bagi Indonesia, namun ada satu hal yang sedikit miris pada saat pengalungan mendali dan penyerahan piala Thomas, bukan bendera merah putih yang dikibarkan melainkan bendera PBSI. Bukan tanpa sebab, ini merupakan sanksi dari WADA (World Anti Doping Agency) pada Lembaga Anti Doping Indonesia yang tak melakukan beberapa prosedur yang harus dilakukan, sanksi ini berdampak pada larangan dikibarkannya bendera merah putih berkibar di even olahraga Internasional, tapi itu bukan halangan bagi atlit nasional untuk terus berjuang.

Selama pergelaran piala Thomas Indonesia sudah meraih gelar juara sebanyak 14 kali, kemudian diikuti China sebanyak 10 kali juara. Piala Thomas dan Uber edisi ke-18 selanjutnya akan diadakan di Bangkok, Thailand pada bulan Mei tahun depan. Diharapkan tim nasional Indonesia kembali menang pada turnamen tahun depan. (Rena/Perspektif)