Produktif di Tengah Pandemi, Emang Bisa?

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Sistem kuliah online yang sedang dijalani sekarang merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang marak menginfeksi banyak orang di dunia. Sistem perkuliahan online yang diperuntukkan untuk mahasiswa Unsyiah tentunya membawa dampak negatif maupun positif. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa jenuh akibat sistem kuliah online yang dinilai kurang efektif dibanding kuliah tatap muka karena tugas yang  diberikan oleh sang dosen terlalu banyak dan akses internet yang kurang memadai. Namun, tidaklah mungkin jika tetap dilakukannya perkuliahan tatap muka, karena resiko yang ditimbulkan sangat besar.

Terkait bagus atau tidaknya sistem perkuliahan online ini, efek yang ditimbulkan oleh physical distancing bagi mahasiswa yang merasa bosan pun pastinya mencari cara untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut. Jangan salah, buka tutup kulkas membayangkan sekotak eskrim vienetta di dalamnya, cukup membuat anda tidak dicap sebagai kaum rebahan saja. Tapi tak ada salahnya juga menjadi kaum rebahan, toh ga ngerugiin siapa siapa kan?. Namun, melakukan sesuatu yang produktif jauh lebih baik dibandingkan hanya duduk diam menunggu notif dari sang pujaan hati.

Tak tanggung-tanggung, berada di dalam rumah sambil mengerjakan tugas menumpuk terus-menerus pastinya membuat banyak mahasiswa merasa stress dan jenuh. Di lain sisi, ada mahasiswa yang merasa sistem kuliah online (kulon) membuat mereka bisa melakukan banyak kegiatan di luar perkuliahan meski berada di rumah. Lalu, aktifitas apa saja yang mereka lakukan selain kulon dan mengerjakan tugas?

“Nah, kalau aku dari SD sampai sekarang, hobinya nulis prosa, tapi kertas yg aku tulis selalu hilang, karena ga ada media ya, buat nyalurinnya. Makanya aku buat channel YouTube (rumpun cerita) buat nyalurin tulisan aku dan cerita orang-orang di luar sana, untuk menginspirasi yang nonton. Ada kesenangan sendiri pas nulis dan didengerin banyak orang pokonya. Ditambah sekarang lagi #dirumahaja pas kali ni lebih banyak waktu buat ngelakuin hal positif kaya gini,” ujar Muhammad Haikal Gunarya, mahasiswa jurusan teknik Geofisika.

Sama halnya dengan Haikal, Diego Putra Permana juga mempunyai hobi yang serupa yaitu menulis prosa. Namun bedanya, mahasiswa kelahiran 12 April tahun 2000 ini lebih aktif untuk menuangkan karyanya melalui story di akun instagram pribadinya.

“Selain menyicil tugas yang diberikan, aku juga suka menulis. Melalui tulisan ini aku mau mengenalkan ke banyak orang bagaimana cerita dan penyelesaian masalah dari sudut pandang orang lain. Tulisan-tulisan yang dibuat juga dari pengalaman pribadi teman dekat yang percaya untuk cerita sama aku. Dari situ aku belajar memahami sudut pandang orang lain, memposisikan diri menjadi diri mereka dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Saat kebijakan physical distancing dan kuliah online sedang diterapkan seperti saat ini, tentu lebih banyak tulisan yang aku hasilkan. Biasanya juga aku upload di story Instagram alhamdulillah banyak juga yang suka,” jelas Diego, mahasiswa jurusan Akuntansi.

Berbeda dengan Nabilah Sri Muthia, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Manajemen ini mengungkapkan bahwa dirinya lebih senang melakukan hobi yang positif seperti memasak. “Sekarang kan lagi masanya physical distancing, jadi ini emang waktu emas buat aku bikin kue yang udh masuk list baking. kadang sambil nugas juga bawaannya laper, kan? dari situlah aku suka bikin cemilan sendiri”. Tak hanya sampai di situ, nabilah yang akrab disapa dengan nab juga menambahkan, “Intinya, physical distancing ini waktu yang tepatlah untuk memperdalam skill memasak. Ga ada salahnya kan, malah bisa nambah ilmu,” sambung nab.

Lain lagi penuturan salah seorang mahasiswa FISIP jurusan Ilmu Politik yang satu ini. Ia malah tak kalah untuk menghabiskan waktu luang disela perkuliahan untuk berolahraga “Kegiatanku selama pemerintah Indonesia mengeluarkan statement ‘darurat corona’ dan anjuran untuk work from home, aku isi dengan melakukan olahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh seperti jogging, push-up, sit-up dan sebagainya, disamping itu setelah melakukan olahraga di pagi hari biasanya aku lanjutkan dengan memasak, mendengar musik, dan nonton film di YouTube dan NetFlix,” ungkap Muhammad Irfan Fadillah.

Di tahun 2020 kini hadir aplikasi yang marak digunakan oleh banyak orang mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua juga menggunakannya. Tak sedikit orang yang menjadikan aplikasi tiktok sebagai media hiburan penghapus jenuh. Salah satunya Zharifah, mahasiswa jurusan teknik komputer.

“Jenuh juga dengan sistem kulon dan tugas yang diberikan banyak. Tiktok adalah media hiburan yang lagi hype sekarang, aku coba main dan ternyata asik juga hafal gerakan yang gak terlalu ribet. Terus siap merekam gerakannya dan melihat hasilnya yang bagus malah menjadi salah satu hal yang menyenangkan hati, jadinya lupa deh sama capeknya ngerjain tugas” ujar Zharifah.

Jadi, buat kalian yang punya hobi ngelukis, bernyanyi, masak, menulis, belajar, dan hal positif lainnya, masa physical distancing yang diterapkan oleh pemerintah ini adalah waktu yang cocok untuk kalian menyalurkan hobi tersebut. Karena, bukan berarti hanya diam di rumah saja, menjadi halangan untuk mencoba hal baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Stay safe everyone, and do something Productive! (Ika & Caca)

Editor : Abi Rafdi