Ilustrasi oleh Vannamrgn
Bangkitlah semua hai kau mutiara yang terpendam, kemiskinan bukan jadi penghalang.
Penggalan lirik mars bidikmisi tersebut mematahkan sentimen akan sulitnya menggapai angan lantaran biaya pendidikan yang mahal. Sehingga mampu menghasilkan sumber daya insani yang dapat berperan dalam memutus mata rantai ketidakmungkinan. Sejak bidikmisi diluncurkan oleh kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi pada tahun 2010, sebuah pemikiran dimana sebuah tembok uang raksasa membatasi harapan untuk mencapai cita-cita
dapat dihempas. Beasiswa Bidik Misi memiliki misi terpuji yang telah dimulai sejak era Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pak M. Nuh sebagai Menteri Pendidikan RI. Sudah ratusan ribu anak muda berpotensi dari keluarga tak mampu terbantu dapat nikmati kuliah di perguruan tinggi sesuai yang mereka minati, bahkan di kampus bereputasi. Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi
selama 8 semester untuk program diploma IV dan S1,dan selama 6 semester untuk program Diploma III.
Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi,baik uang pangkal maupun spp perbulan.Selain itu,penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterima setiap 6 bulan sekali. Seperti hubungan antara hak dan kewajiban yang saling timbal balik. Ada kewajiban yang harus ditunaikan ketika menjadi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi, diantaranya mahasiswa harus menjaga Indeks Prestasi Kumulatif, aktif dalam kegiatan kampus seperti organisasi, dan mengikuti arahan wajib dari pihak terkait. Hal ini tentunya sudah menjadi sebuah keharusan guna menunjang performa pendidikan yang baik bagi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi.
Di kampus Jantung Hati Rakyat Aceh contohnya, setiap mahasiswa penerima beasiswa bidik misi wajib mengikuti segala jenis kegiatan yang telah ditentukan oleh pihak kampus dan menghabiskan waktu selama dua semester untuk menetap di asrama khusus bidik misi. Kegiatan yang sering digalakan untuk mahasiswa bidikmisi ialah bakti sosial, seminar, dan berbagai sosialisasi lainnya. Bahkan dalam sebagian besar seminar yang diadakan wajib diikuti oleh mahasiswa bidik misi yang telah ditentukan. Saking seringnya, timbul sebuah pertanyaan dari beberapa mahasiswa lainnya yakni “Apakah mereka adalah kaum yang diistimewakan?” Bukan tanpa alasan pertanyaan seperti itu acap kali terlintas dalam pemikiran mahasiswa lainnya. “kami selalu dapat edaran dari Rektor untuk pimpinan asrama,kami diminta untuk memenuhi kuota yang ditentukan misalnya 500 untuk kuota bidikmisi sisa nya untuk umum gitu. Kalau mengenai kenapa anak bidikmisi selalu mendapat undangan khusus disetiap acara, saya kurang tau latar belakangnya mengapa anak bidikmisi selalu mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan itu.” Ucap Rauzatul Jannah, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan penerima beasiswa bidik misi tahun 2017.
Sebagian besar mahasiswa penerima beasiswa bidik misi tidak tahu menahu perihal mengapa mereka diprioritaskan untuk mengikuti kegiatan terkait. Tanda Tanya besar yang umumnya keluar dari mahasiswa baru tersebut sebenarnya telah terjawab melalui Sosialisasi yang dilakukan pada Selasa, 15 Oktober 2019 lalu. Rektor Universitas Syiah Kuala menghimbau kepada seluruh mahasiswa penerima Bidikmisi Angkatan 2019 agar hadir dalam sosialisasi Tentang Hak dan Kewajiban Mahasiswa Penerima Bidikmisi Angkatan 2019 Beserta Penjelasan Teknis Pengambilan Buku Tabungan. Isi dari sosialisasi tersebut adalah Hak dan Kewajiban Mahasiswa Penerima Bidikmisi dalam melaksanakan peraturan yang sudah di setujui saat wawancara bidikmisi sewaktu pendaftaran ulang.
Peraturan yang dimaksud seperti : Harus ada di asrama sebelum jam 22.00, mengikuti semua program asrama selama satu tahun, misalnya, ikut program harian seperti, mengaji dan shalat berjamaah. Tidak hanya itu, dalam setiap kegiatan bakti sosial, sosialisasi, hingga seminar, wajib diikuti oleh mahasiswa bidikmisi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa bidikimisi dalam proses belajar dan meningkatkan kepedulian sosial sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi serta mampu berperan dalam upaya mengatasi kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. “Tapi berdasarkan persepsi saya mengapa anak bidikmisi itu di utamakan untuk mengikuti segala hal terlebih soal sosialisasi dan seminar karna anak bidikmisi itu dilatih menjadi pribadi yang aktif.” Tambah Rauzatul Jannah.
Hal yang menjadi ikhtiar untuk mahasiswa penerima bidikmisi ialah manfaatkan beasiswa Bidik Misi dengan sebaik-baiknya. Mengisi kegiatan ekstra kurikuler secara produktif, sehingga ada tambahan kompetensi lain selain bidang yang ditekuni. Terlebih-lebih untuk meningkatkan soft skill dan leadership skill. Seyogyanya, program beasiswa Bidik Misi tidak memberi beban bagi penerimanya, terutama prodi kependidikan, sehingga mereka terus bisa berlanjut ke dunia karirnya. Justru melalui bidikmisi pemerintah telah membantu masyarakatnya untuk ikut serta membangun bangsa melalui pendidikan,
karena pemuda adalah mutiara bangsa yang terpendam, harus dibangkitkan dan akan bersinar untuk negeri. (Meff, Amnr, Ofar)