Foto by Caca

Darussalam — Ada yang berbeda dari wajah mahasiswa baru kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis atau yang di juluki “kampus kuning” pada  tahun ini. Jika biasanya mahasiswa datang dari berbagai wilayah nusantara, kali ini mahasiswa asing  turut meramaikan jumlah baru keluarga kampus kuning, bahkan tak hanya dari satu atau dua negara, namun hingga lima negara  seperti Malaysia, Gambia, Palestina, Tajkistan, dan Thailand.

OIA (Office of International Affairs) merupakan lembaga yang bergerak di bidang scholarship yang telah menyediakan beasiswa Partially Funded bagi mahasiswa asing untuk melanjutkan studinya di Unsyiah. Dilansir melalui portal mahasiswa Unsyiah, terdapat 14 mahasiswa asing di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tersebar dalam beberapa program studi. Sebanyak lima mahasiswa mengambil program studi Manajemen, empat mahasiswa mengambil program studi Ekonomi Pembangunan, dan lima mahasiswa lainnya mengambil program studi Akuntansi.

Jelas ada alasan dibalik mereka memilih FEB Unsyiah sebagai tempat menimba Ilmunya.  “Cheaper than my country,” ujar Abuali Nazarov, salah satu mahasiswa asing dari Tajkistan jurusan ekonomi Akuntansi saat ditanyakan alasan memilih belajar di kampus kuning ini.

Alasannya pun didukung oleh salah satu mahasiswa asal Gambia,  Pap Cheyassin Cham atau lebih akrab disapa “Che” yang menyatakan bahwa biaya yang dibutuhkan sehari hari seperti makan dan keperluan lain yang juga jauh lebih murah dibandingkan negara asalnya.

“Makan pagi hanya memerlukan 10 ribu saja, begitu pula makan siang dan malam. terkadang saya memasak sendiri untuk makan malam, agar lebih hemat”, ujar che mantap dalam bahasa Inggris.

Che juga menambahkan alasannya memilih meneruskan studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah untuk mengembangkan dan mencari pengalaman baru yang tentu saja akan berbeda dari setiap negara.

Merantau ke Negara orang tentunya sudah menjadi risiko bagi penerima beasiswa tersebut ketika kesulitan dalam berbahasa atau memahami satu sama lain dalam hal komunikasi dan kentalnya  perbedaan budaya yang dimiliki hingga membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi, namun terlepas dari apapun mereka sangat senang berteman dengan masyarakat Aceh yang  friendly.

they are very kind, and understanding. and also the lecturer”, ungkap Sallwanee mahasiswa asing dari Thailand. Hal inilah, yang membuat banyak mahasiswa asing tertarik untuk belajar di Universitas Syiah Kuala, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Selain menimba ilmu disini, mereka juga mendapatkan banyak pengalaman budaya dari berbagai negara yang berbeda dan belajar menyesuaikan diri dalam kondisi sebagai minoritas. (Caca/TaN/perspektif)